Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Penjara Dunia Maya
Penjara dunia maya
Ya...
Mungkin itu kata yang tepat untuk menuliskannya..
Jauh, tapi dekat..
Ramah, tapi kadang membuat marah..
Dikenal, tapi sementara..
Lalu..
Apa yang kau lakukan untuk tetap mempertahankannya?
Tidakkah kau sadar, kau telah diperbudaknya..
Zaman ini mengisahkan dunia maya jadi dunia nyata..
Zaman ini mengajarkan teknologi jadi raja.
Zaman ini mengenalkan kemerdekaan berpendapat..
Tapi, apa ini yang dimaksud?
Menjauhkan yang dekat
Mengabaikan lingkungan
Menjadikan idealis
Ahh sudahlah, hanya waktu yang bisa menjawab..
Jika terus begitu..
Bangsa ini akan jadi seperti apa..
~ilma yusvida~
Menantimu (Hanya Menantimu)
Langkah pasti rembulan
Mengukir sendu bergelayutan
Hati pun terkikis sinarnya
Sendu yang lama
Termangu
kemudian
Dalam
angan penantian
Dengan
waktu yang berlarian
Menuju
asa yang tidur pulas
Sudah tak bisa lagi aku menanti
Di bawah teduhnya warna pelangi
Dengan rindangnya pohon
Ataupun matahari
Di
sini aku tetap menanti
Sampai
jauh enggan kembali
Menunggu
asa yang tiada
Untukmu
jua aku merana*Special Request
Cinta Aku Ada
Kala itu ku duduk termangu menopang dagu
Tuk sekedar berangan
Tak ingin pergi walau tuk menghindar
Ingin ku terus mencari jejakmu
Tanpa henti tanpa ragu
Tiap waktu ku menunggu
Tiap hari ku berharap
Tiap saat ku gelisah
Ingun ku tuk sekedar melihatmu
Walau ku tau itu hanya tuk sesaat
Dalam angan, ku coba menerka semua banyangmu
Tapi apa?
Harapku penuh palsu
Anganku tlah membeku
Tuk menantimu, hanya menantimu
Berharap kau datang tuk sekedar menyapa
Ku tak tau apakah ini cinta
Kala ku masih belia tlah ku rasa
Aku tak mengerti apakah ini cinta
Saat rasa ini tumbuh begitu saja
Yang aku tau, hanya kamu yang dihatiku
Yang aku tau hanya kamu yang mematri hatiku
Tanpa sesal ku terus menunggu cinta yang semu
Hingga kini semua tlah sirna
Menyisakan bekas di jiwa
Yang pada akhirnya hadirmu tlah terganti
Dengan sosok yang lebih terang
Dengan sosok yang mencintaiku tanpa syarat
Pada awan ku gantungkan do’a
Agar kau temukan yang sempurna
Yang bisa mencintaimu apa adanya juga
Satu yang ingin ku ucapkan
Trimakasih kau tlah menahan hatiku selama ini
Hingga kutemukan yang sejati
Dan aku harap, itu bukan hanya anganku
Tuk sekedar berangan
Tak ingin pergi walau tuk menghindar
Ingin ku terus mencari jejakmu
Tanpa henti tanpa ragu
Tiap waktu ku menunggu
Tiap hari ku berharap
Tiap saat ku gelisah
Ingun ku tuk sekedar melihatmu
Walau ku tau itu hanya tuk sesaat
Dalam angan, ku coba menerka semua banyangmu
Tapi apa?
Harapku penuh palsu
Anganku tlah membeku
Tuk menantimu, hanya menantimu
Berharap kau datang tuk sekedar menyapa
Ku tak tau apakah ini cinta
Kala ku masih belia tlah ku rasa
Aku tak mengerti apakah ini cinta
Saat rasa ini tumbuh begitu saja
Yang aku tau, hanya kamu yang dihatiku
Yang aku tau hanya kamu yang mematri hatiku
Tanpa sesal ku terus menunggu cinta yang semu
Hingga kini semua tlah sirna
Menyisakan bekas di jiwa
Yang pada akhirnya hadirmu tlah terganti
Dengan sosok yang lebih terang
Dengan sosok yang mencintaiku tanpa syarat
Pada awan ku gantungkan do’a
Agar kau temukan yang sempurna
Yang bisa mencintaimu apa adanya juga
Satu yang ingin ku ucapkan
Trimakasih kau tlah menahan hatiku selama ini
Hingga kutemukan yang sejati
Dan aku harap, itu bukan hanya anganku

