Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Penjara Dunia Maya


Penjara dunia maya

Ya...
Mungkin itu kata yang tepat untuk menuliskannya..
Jauh, tapi dekat..
Ramah, tapi kadang membuat marah..
Dikenal, tapi sementara..

Lalu..
Apa yang kau lakukan untuk tetap mempertahankannya?
Tidakkah kau sadar, kau telah diperbudaknya..

Zaman ini mengisahkan dunia maya jadi dunia nyata..
Zaman ini mengajarkan teknologi jadi raja.
Zaman ini mengenalkan kemerdekaan berpendapat..

Tapi, apa ini yang dimaksud?
Menjauhkan yang dekat
Mengabaikan lingkungan
Menjadikan idealis
Ahh sudahlah, hanya waktu yang bisa menjawab..
Jika terus begitu..
Bangsa ini akan jadi seperti apa..

~ilma yusvida~
Rabu, 17 Agustus 2016
Posted by Unknown
Tag :

Menantimu (Hanya Menantimu)


Langkah pasti rembulan
Mengukir sendu bergelayutan
Hati pun terkikis sinarnya
Sendu yang lama
            Termangu kemudian
            Dalam angan penantian
            Dengan waktu yang berlarian
            Menuju asa yang tidur pulas
Sudah tak bisa lagi aku menanti
Di bawah teduhnya warna pelangi
Dengan rindangnya pohon
Ataupun matahari
            Di sini aku tetap menanti
            Sampai jauh enggan kembali
            Menunggu asa yang tiada
            Untukmu jua aku merana

*Special Request
Senin, 02 Februari 2015
Posted by Unknown
Tag :

Cinta Aku Ada

Kala itu ku duduk termangu menopang dagu
Tuk sekedar berangan
Tak ingin pergi walau tuk menghindar
Ingin ku terus mencari jejakmu
Tanpa henti tanpa ragu

Tiap waktu ku menunggu
Tiap hari ku berharap
Tiap saat ku gelisah
Ingun ku tuk sekedar melihatmu
Walau ku tau itu hanya tuk sesaat

Dalam angan, ku coba menerka semua banyangmu
Tapi apa?
Harapku penuh palsu
Anganku tlah membeku
Tuk menantimu, hanya menantimu
Berharap kau datang tuk sekedar menyapa

Ku tak tau apakah ini cinta
Kala ku masih belia tlah ku rasa
Aku tak mengerti apakah ini cinta
Saat rasa ini tumbuh begitu saja

Yang aku tau, hanya kamu yang dihatiku
Yang aku tau hanya kamu yang mematri hatiku
Tanpa sesal ku terus menunggu cinta yang semu
Hingga kini semua tlah sirna
Menyisakan bekas di jiwa

Yang pada akhirnya hadirmu tlah terganti
Dengan sosok yang lebih terang
Dengan sosok yang mencintaiku tanpa syarat

Pada awan ku gantungkan do’a
Agar kau temukan yang sempurna
Yang bisa mencintaimu apa adanya juga

Satu yang ingin ku ucapkan
Trimakasih kau tlah menahan hatiku selama ini
Hingga kutemukan yang sejati
Dan aku harap, itu bukan hanya anganku
Kamis, 15 Januari 2015
Posted by Unknown
Tag :

Popular Post

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Kontemporer -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by : Ilma L Yusvida -